Tutorial Lompat Kodok di Mac OS X

Ceritanya, beberapa hari ini tergiur buat nyobain OS X, setelah coba-coba trial and error akhirnya berhasil install hackintosh di laptop ane, ane gak bahas cara install hackintoshnya tapi ane mau ngasih Tutorial Lompat Kodok di Mac OS X, sempet bingung karena software MDMA enggak ada versi Mac OS X. Continue reading Tutorial Lompat Kodok di Mac OS X

Tutorial Install PPTP VPN di Debian

Banyak varian VPN, ada yang menggunakan OpenVPN, ada yang menggunakan Softether dan ada juga yang menggunakan PPTP.

Sekarang kita coba menginstall PPTP VPN pada VPS Debian, saya mencobanya di VPS OpenVZ yang banyak digunakan, sebelum mempraktekkan tutorial ini sebaikanya kontak ke penyedia VPS masing-masing apakah VPS nya boleh diinstall PPTP VPN atau tidak.

Oke, langsung saja simak cara install PPTP VPN di VPS ber-OS Debian. Continue reading Tutorial Install PPTP VPN di Debian

Menjalankan Webserver dan SSH Tunnel dalam Port 80 dan 443

openssh

Mungkin kamu pernah mengalami situasi ini, sudah memiliki satu VPS yang sedang digunakan untuk menjalankan website. Kemudian ingin menggunakan VPS tadi untuk SSH tunneling. Port yang ingin digunakan untuk SSH tunneling adalah port 80 atau 443. Padahal, kedua port sudah digunakan oleh webserver seperti nginx atau apache. Secara teoritis, satu port tidak bisa dipakai keroyokan. Salah satu harus ngalah dan memilih port yang lain. Trus bagaimana cara mengatasi  masalah ini?

Sebelum menjelaskan solusi untuk masalah di atas, saya akan memberikan ilustrasi untuk menggambarkan bagaimana konsep port dalam networking. Bayangkan sebuah terminal bus besar yang menangani ratusan trayek. Dalam terminal bus tersebut pasti ada satu blok bangunan yang berisi banyak loket. Tiap loket melayani penjualan tiket untuk satu trayek tertentu. Jika ingin naik bus A, harus  beli tiket di loket 1. Kalo ingin naik bus B, tiketnya dijual di loket 2. Begitu seterusnya. Sekarang bayangkan terminal itu adalah VPS dan loket-loket tersebut adalah port yang punya nomor-nomor unik.

Untuk memahami bagaimana konsep port dalam dunia networking, kamu bisa membaca di sini.

Dalam jaringan komputer, ada beberapa port yang dijadikan standar untuk menjalankan aplikasi tertentu. Misalnya:

  • 20 & 21: File Transfer Protocol (FTP)
  • 22: Secure Shell (SSH)
  • 23: Telnet remote login service
  • 25: Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)
  • 53: Domain Name System (DNS) service
  • 80: Hypertext Transfer Protocol (HTTP) used in the World Wide Web
  • 110: Post Office Protocol (POP3)
  • 119: Network News Transfer Protocol (NNTP)
  • 143: Internet Message Access Protocol (IMAP)
  • 161: Simple Network Management Protocol (SNMP)
  • 194: Internet Relay Chat (IRC)
  • 443: HTTP Secure (HTTPS)
  • 465: SMTP Secure (SMTPS)

Nah, dalam kasus ini kita ingin menjalankan SSH proxy dan web server di port yang sama, port 80. Untuk bisa menjalankan dua-duanya, kita butuh VPS yang memiliki 2 IP atau lebih. Jadi,  SSH proxy akan berjalan di IP 12.34.56.78. Sedangkan aplikasi web server (dalam contoh ini nginx) menggunakan IP 12.34.56.79. Analoginya, terminal bus di atas memiliki dua blok kios, sehingga penumpang bisa membeli tiket di blok mana yang disuka. :D

Jika VPS anda hanya punya satu IP, mau tak mau harus membeli IP tambahan. Tapi jika dihitung-hitung, membeli IP bisa lebih murah daripada membeli VPS baru.

Update Konfigurasi OpenSSH

Langkah Berikutnya ialah mengubah file konfigurasi OpenSSH:

Ubah konfigurasinya sebagai berikut

Berikutnya restart OpenSSH:

Dalam kasus ini saya menggunakan nginx sebagai webserver. Secara default, nginx menggunakan port 80 di semua IP yang ada di server/VPS. Untuk itu, kita harus memaksa nginx untuk berjalan di satu IP saja. Konfigurasinya seperti ini:

Berikutnya restart nginx.

Sekarang coba login ke IP kedua dengan port 80. Jika semua setting sudah diatur, anda akan dapat login ke OpenSSH dengan port 80. Selamat mencoba.